Setelah memasuki era baru di Tahun 2012, sebagai warga negara yang baik kita masih mempunyai tanggungan pekerjaan yang harus segera diselasaikan. Seperti pada tahun -tahun sebelumnya, setiap wajib pajak yang memiliki penghasilan atau melakukan kegiatan usaha, baik sebagai karyawan, wirausaha, pegawai/pegawai negeri, badan usaha baik negeri ataupun swasta diwajibkan untuk melaporkan kegiatan usaha/penghasilannya dengan mengisi Surat Pemberitahuan (SPT) Tahun 2011. Format SPT Tahunan ini harus memenuhi format standar yang telah dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pajak, yang dapat kita download di www.pajak.go.id.
Batas pembayaran PPh Pasal 29 (apabila ada kekurangan pembayaran pajak dalam tahun berjalan) adalah tanggal 25 Maret 2012. Sedangkan batas akhir pemasukan/pelaporan SPT Tahunan PPh adalah tanggal 31 Maret 2012. Penyampaian laporan SPT tersebut dapat dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) setempat atau dilakukan di drop box yang telah ditentukan oleh masing-masing KPP.
Bocah Semoi I
Kamis, 09 Februari 2012
Rabu, 16 Maret 2011
Tujuh Alasan Pria Takut Dekati Wanita Sukses
Inilah 7 Penyebab Pria Takut Dekati Wanita Sukses
Cantik, percaya diri, mandiri, seksi dan sukses sudah Anda miliki. Pria idaman pun seharusnya mudah didapat. Tetapi kenyatannya pria yang Anda suka, tampaknya justru menghindar dari Anda. Apa alasannya? Padahal Anda memiliki semua kriteria yang positif. Ternyata, kesuksesan secara karir dan personal bukan jaminan sukses juga di percintaan. Beberapa pria justru memilih menghindar dari para wanita sukses. Apa alasannya? Inilah, tujuh alasan pria kurang tertarik pada wanita sukses, seperti dikutip dari Ezinearticles:
Semakin sukses semakin jauh jodoh, benarkah mitos tersebut?
- Dia Hanya akan Menjadi Bayangan. Pria akan merasa tidak aman bila pasangannya jauh lebih sukses darinya. Ia takut pasangannya akan memegang kendali pada hubungan yang akan dijalani.
- Dia Takut Anda Mengambil Peranannya. Anda mandiri dan dapat mengontrol hidup sendiri. Seorang pria takut bila terjadi suatu masalah dalam hubungannya, yang akan memecahkan masalah adalah wanita yang jadi kekasihnya. Padahal ia juga dapat memecahkan masalah tersebut. Ia takut Anda mengambil alih peranannya karena merasa mampu untuk menyelesaikannya.
- Anda akan Menekannya. Dia berpikir bahwa wanita sukses memiliki karakter ‘bossy’ dan selalu mendapatkan apa saja dengan cara mereka. Hal tersebut akan sangat menakutkan bagi pria untuk memikirkan seorang wanita yang akan selalu menekannya dan tidak kenal kompromi.
- Apakah Anda Berpenghasilan Lebih Besar Darinya? Untuk beberapa pria sangat penting membandingkan penghasilan Anda dengannya. Jika penghasilan Anda jauh lebih besar, ia pun tidak akan berani untuk mengencani Anda. Karena ia menganggap Anda dapat menyediakan segala sesuatu sendiri tanpa bantuannya.
- Orang Lain akan Membicarakan Kekurangannya. Anda memiliki kesuksesan dan populer, sedangkan dia tidak memiliki semua itu. Ia akan berpikir tidak akan menemukan kecocokan bila berkencan dengan wanita seperti Anda. Ia takut mendapatkan kritikan dan komentar mengenai hal itu dari berbagai pihak yang mengetahuinya.
- Akankan Anda Memperlakukannya Seperti Anak Kecil?. Karena Anda memiliki segalanya dan ia tidak, akankah Anda memperlakukannya seperi anak kecil untuk membuatnya berbeda? Akankan Anda seperti ibunya yang mengatur semua tindakannya? Itulah beberapa hal yang menjadi kekhawatiran pria.
- Ia Tidak Percaya Diri. Mungkin ia berpikir untuk menjalin hubungan dengan wanita sukses akan sangat berat baginya, karena ia merasa tidak bisa menangani seseorang yang lebih unggul darinya.
Label:
alasan pria,
Wanita karir
Selasa, 13 Juli 2010
Perkataan yang dilarang diucapkan di tempat kerja.
Disadari atau tidak, kalimat yang kita lontarkan pada atasan memberi pengaruh cukup besar pada perkembangan karier. Bila kalimat positif yang sering Anda ungkapkan, percayalah, kesempatan promosi tidak akan pernah lepas dari genggaman. Sebaliknya, bila kalimat negatif yang keluar maka promosi pun enggan mampir pada Anda. Nah, agar Anda tak terpeleset gara-gara salah bicara, simak 10 kalimat yang terlarang diucapkan pada atasan.
"Pekerjaan ini tak bisa dilakukan"
Semua hal adalah mungkin. Jika Anda mengatakan, sesuatu tidak mungkin Anda lakukan, kalimat ini adalah harga mati. Atasan akan mendapat kesan, bahwa Anda mudah menyerah dan tidak maksimal dalam berusaha. Sebelum mengeluh, coba selidiki tujuan atasan memberikan tugas itu, apa yang sebenarnya diinginkan atasan. Meskipun target yang diinginkan tidak mungkin tercapai, lebih baik Anda komunikasikan mengenai tantangan yang dihadapi ini dan mendiskusikan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
"Saya tidak suka tugas ini"
Ketika bekerja, mungkin saja Anda mendapat tugas yang disukai atau tidak disukai. Namun, apa pun kemungkinannya, semua itu tetap tugas yang harus dikerjakan. Jika Anda menolak tugas atas dasar rasa suka dan ketidaksukaan, Anda akan terlihat sebagai orang yang suka pilih-pilih tanggung jawab, manja, dan tidak siap menghadapi dunia pekerjaan. Nantinya, Anda akan semakin tersingkirkan dari kerja tim dan tanggung jawab lebih besar. Sebab, atasan tak mau mengambil risiko menghadapi penolakan Anda atas tugas yang diberikan.
"Ini tak termasuk dalam deskripsi pekerjaan saya"
Selama yang diminta untuk lakukan tidak jauh dari lingkup kerja perusahaan, sebaiknya jangan mengatakan kalimat ini kepada atasan. Sekarang ini, perusahaan menginginkan kerja tim dan fleksibilitas dari karyawan mereka, yang kadang menuntut pekerjaan di luar tugas sehari-hari, untuk meraih target. Jika Anda pikir tugas tersebut adalah ide yang buruk, coba jelaskan dengan alasan yang tepat mengenai pekerjaan tersebut lebih baik dikerjakan oleh orang lain. Hal ini lebih efektif daripada kalimat di atas.
"Ini bukan salah saya"
Kalimat ini justru membuat atasan tidak mempercayai Anda dan terkesan Anda lebih senang melimpahkan kesalahan pada orang lain daripada mencoba bertanggung jawab. Jika memang menjadi kesalahan dalam tim, akuilah bersama lalu berikan solusi untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan hal ini akan lebih simpatik di mata atasan. Bila yang terjadi adalah kesalahan individu, dan kebetulan tidak disebabkan oleh Anda, coba jabarkan bukti bahwa Anda telah mengambil langkah yang benar.
"Belum dikerjakan"
Atasan mengharapkan tugas dilakukan secepat mungkin setelah diberikan. Jika "belum" adalah jawaban Anda, akan membuat atasan Anda kecewa dan ia akan mengira bahwa Anda suka menunda pekerjaan. Atau menganggap justru posisi yang diberikan terlalu tinggi. Meskipun tugas tersebut belum selesai, beri jawaban mengenai kemajuan yang telah dilakukan dan target Anda untuk menyelesaikan tugas tersebut.
"Saya tidak mengerti"
Sesekali menanyakan kembali tugas yang telah diberikan atasan, boleh saja. Namun, jika sering kali membuat Anda terlihat kurang memerhatikan perkataan atasan, hal ini akan mengurangi poin Anda ketika tiba saatnya evaluasi untuk promosi jabatan. Apabila ingin menghindari kesalahpahaman mengenai tugasnya, coba ulangi pemahaman yang Anda terima. Hal ini lebih jelas dalam menggambarkan tingkat pemahaman Anda.
"Saya sudah tahu, tak perlu diajari"
Mungkin Anda ingin menyampaikan bahwa Anda paham mengenai tugas yang diberikan dan cara yang harus dilakukan. Namun, kalimat ini akan menyinggung bagi atasan yang mendengarnya. Lagipula, kalimat seperti ini cenderung menggambarkan orang yang keras kepala dan tidak bersikap terbuka terhadap kritik dan kurang berusaha memperbaiki diri.
"Pekerjaan ini sungguh melelahkan"
Intinya adalah, jangan mengeluhkan mengenai pekerjaan kepada atau di hadapan atasan. Hal ini membuat Anda terlihat kurang dewasa, kurang mampu untuk diberikan tanggung jawab lebih besar dan tidak tangguh. Hal ini memperkecil kemungkinan Anda untuk meraih promosi jaban karena atasan menjadi ragu-ragu terhadap kemampuan Anda.
"Kenapa si X mendapat pekerjaan yang lebih mudah?"
Iri hati kepada rekan kerja akan menyebabkan atasan berpikir bahwa Anda tidak suka mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Atasan akan berpikir bahwa Anda tidak menyukai tantangan yang biasanya pada posisi lebih tinggi. Lagipula, pernyataan ini seolah-olah menanyakan kebijakan yang diberikan atasan, padahal mungkin sebenarnya atasan memiliki tujuan lain ketika memberikan tugas itu.
"Pekerjaan ini tak bisa dilakukan"
Semua hal adalah mungkin. Jika Anda mengatakan, sesuatu tidak mungkin Anda lakukan, kalimat ini adalah harga mati. Atasan akan mendapat kesan, bahwa Anda mudah menyerah dan tidak maksimal dalam berusaha. Sebelum mengeluh, coba selidiki tujuan atasan memberikan tugas itu, apa yang sebenarnya diinginkan atasan. Meskipun target yang diinginkan tidak mungkin tercapai, lebih baik Anda komunikasikan mengenai tantangan yang dihadapi ini dan mendiskusikan solusi untuk mengatasi tantangan tersebut.
"Saya tidak suka tugas ini"
Ketika bekerja, mungkin saja Anda mendapat tugas yang disukai atau tidak disukai. Namun, apa pun kemungkinannya, semua itu tetap tugas yang harus dikerjakan. Jika Anda menolak tugas atas dasar rasa suka dan ketidaksukaan, Anda akan terlihat sebagai orang yang suka pilih-pilih tanggung jawab, manja, dan tidak siap menghadapi dunia pekerjaan. Nantinya, Anda akan semakin tersingkirkan dari kerja tim dan tanggung jawab lebih besar. Sebab, atasan tak mau mengambil risiko menghadapi penolakan Anda atas tugas yang diberikan.
"Ini tak termasuk dalam deskripsi pekerjaan saya"
Selama yang diminta untuk lakukan tidak jauh dari lingkup kerja perusahaan, sebaiknya jangan mengatakan kalimat ini kepada atasan. Sekarang ini, perusahaan menginginkan kerja tim dan fleksibilitas dari karyawan mereka, yang kadang menuntut pekerjaan di luar tugas sehari-hari, untuk meraih target. Jika Anda pikir tugas tersebut adalah ide yang buruk, coba jelaskan dengan alasan yang tepat mengenai pekerjaan tersebut lebih baik dikerjakan oleh orang lain. Hal ini lebih efektif daripada kalimat di atas.
"Ini bukan salah saya"
Kalimat ini justru membuat atasan tidak mempercayai Anda dan terkesan Anda lebih senang melimpahkan kesalahan pada orang lain daripada mencoba bertanggung jawab. Jika memang menjadi kesalahan dalam tim, akuilah bersama lalu berikan solusi untuk mengatasi masalah yang ditimbulkan hal ini akan lebih simpatik di mata atasan. Bila yang terjadi adalah kesalahan individu, dan kebetulan tidak disebabkan oleh Anda, coba jabarkan bukti bahwa Anda telah mengambil langkah yang benar.
"Belum dikerjakan"
Atasan mengharapkan tugas dilakukan secepat mungkin setelah diberikan. Jika "belum" adalah jawaban Anda, akan membuat atasan Anda kecewa dan ia akan mengira bahwa Anda suka menunda pekerjaan. Atau menganggap justru posisi yang diberikan terlalu tinggi. Meskipun tugas tersebut belum selesai, beri jawaban mengenai kemajuan yang telah dilakukan dan target Anda untuk menyelesaikan tugas tersebut.
"Saya tidak mengerti"
Sesekali menanyakan kembali tugas yang telah diberikan atasan, boleh saja. Namun, jika sering kali membuat Anda terlihat kurang memerhatikan perkataan atasan, hal ini akan mengurangi poin Anda ketika tiba saatnya evaluasi untuk promosi jabatan. Apabila ingin menghindari kesalahpahaman mengenai tugasnya, coba ulangi pemahaman yang Anda terima. Hal ini lebih jelas dalam menggambarkan tingkat pemahaman Anda.
"Saya sudah tahu, tak perlu diajari"
Mungkin Anda ingin menyampaikan bahwa Anda paham mengenai tugas yang diberikan dan cara yang harus dilakukan. Namun, kalimat ini akan menyinggung bagi atasan yang mendengarnya. Lagipula, kalimat seperti ini cenderung menggambarkan orang yang keras kepala dan tidak bersikap terbuka terhadap kritik dan kurang berusaha memperbaiki diri.
"Pekerjaan ini sungguh melelahkan"
Intinya adalah, jangan mengeluhkan mengenai pekerjaan kepada atau di hadapan atasan. Hal ini membuat Anda terlihat kurang dewasa, kurang mampu untuk diberikan tanggung jawab lebih besar dan tidak tangguh. Hal ini memperkecil kemungkinan Anda untuk meraih promosi jaban karena atasan menjadi ragu-ragu terhadap kemampuan Anda.
"Kenapa si X mendapat pekerjaan yang lebih mudah?"
Iri hati kepada rekan kerja akan menyebabkan atasan berpikir bahwa Anda tidak suka mendapatkan tanggung jawab lebih besar. Atasan akan berpikir bahwa Anda tidak menyukai tantangan yang biasanya pada posisi lebih tinggi. Lagipula, pernyataan ini seolah-olah menanyakan kebijakan yang diberikan atasan, padahal mungkin sebenarnya atasan memiliki tujuan lain ketika memberikan tugas itu.
Senin, 16 Februari 2009
Diklat ke Manado, SULUT
Waktu menunjukkan pukul 14.00 WITA, aktivitas di kantor kami tampak sibuk mengurusi Diklat Kesamaptaan Bea dan Cukai Angkatan I di Balikpapan. Dari ruang kerja, ku dengar Pak Yudi sedang berbicara lewat telepon selular. Entah dengan siapa beliau berbincang-bincang, tak lama kemudian Pak Yudi memanggilku:
"Gun, kamu ke Manado!!! Coba kamu lihat di Internet"!
"Apa Pak. saya dimutasi ke Manado???" Waduuuuuhhh, serius kah Pak saya dimutasi ke Manado?."
"Sudah, buka aja di internet, nama mu ada di sana". Jawab Pak Yudi tanpa mengakhiri pembicaraan telepon selularnya.
Sambil berjalan menghampiriku, Pak Yudi minta untuk membuka situs www.perbendaharaan.go.id.
Setelah saya buka, ternyata bukannya saya sedih, tapi malah senang sekali. (loh kok bisa yaaa???)
Heheheheh......, ternyata bukannya aku dimutasi ke Manado, tetapi aku di panggil untuk mengikuti Diklat PPAKP Angkatan VI di Manado. Wah ruaaarrr biasa neh...., bisa mampir bunaken dunk.... (Husss....!!! Diklat dulu, baru ke Bunaken!!! heheheh)
Yang membuat aku terkejut jika aku dimutasi ke Manado adalah...., selama ini pandangan aku tentang manado adalah bahwa Manado itu jauuuuhhhh bgt..., apalagi disana gak ada orang yang dikenal, dan sering orang katakan bahwa manado itu......???????? (Sorry..., disensor tuhh)
Tapi setelah aku berangkat ke Manado seorang diri, ternyata Manado itu indah juga ya, tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya gitu loh, jadi aku ambil positifnya aja.. hehehehhe
Sesampai di Ritzy Hotel Manado..., sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, tak terasa karena mengikuti Diklat dengan penuh semangat (ya... itung2 sambil liat2 kampung orang... hihihihihihihihi)
Di diklat ini aku mendapatkan banyak teman baru dari berbagai daerah: Kaltim, Kalteng, Kalsel, Sulut, Kep. Sangihe, Maluku Utara, Ternate, Ambon, Halmahera, Timor Tengah Utara, banyak lagi dech yang belum sempat disebutkan..
Mereka tidak hanya berasal dari DEPKEU saja, tetapi juga dari POLRI, DEPTAN, BPS, KPU, DEPHUB, DEPSOS, BMG, DEPAG., apalagi ya,.... banyak desch...
Kota Manado terletak di pinggir Laut, yang dikelilingi oleh pegunungan dan bukit-bukit yang begitu indah. Wah, pokoknya diklay di Manado asyik banget gitu dech.., banyak pengalaman baru yang aku dapatkan di sana. Jadi nambah wawasan sedikit tentang kota manado dan penduduknya gitu...
Apalagi ditambah dengan teman-teman peserta diklat yang beraneka ragam tingkah polahnya: lucu, konyol, kocak, "gila"... asyik banget pokoknya...
Pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika mengunjungi Bunaken, Bukit Kasih, Boulevard, dan makan Bubur Manado. Ruarrrrrrr Biasah...!
"Gun, kamu ke Manado!!! Coba kamu lihat di Internet"!
"Apa Pak. saya dimutasi ke Manado???" Waduuuuuhhh, serius kah Pak saya dimutasi ke Manado?."
"Sudah, buka aja di internet, nama mu ada di sana". Jawab Pak Yudi tanpa mengakhiri pembicaraan telepon selularnya.
Sambil berjalan menghampiriku, Pak Yudi minta untuk membuka situs www.perbendaharaan.go.id.
Setelah saya buka, ternyata bukannya saya sedih, tapi malah senang sekali. (loh kok bisa yaaa???)
Heheheheh......, ternyata bukannya aku dimutasi ke Manado, tetapi aku di panggil untuk mengikuti Diklat PPAKP Angkatan VI di Manado. Wah ruaaarrr biasa neh...., bisa mampir bunaken dunk.... (Husss....!!! Diklat dulu, baru ke Bunaken!!! heheheh)
Yang membuat aku terkejut jika aku dimutasi ke Manado adalah...., selama ini pandangan aku tentang manado adalah bahwa Manado itu jauuuuhhhh bgt..., apalagi disana gak ada orang yang dikenal, dan sering orang katakan bahwa manado itu......???????? (Sorry..., disensor tuhh)
Tapi setelah aku berangkat ke Manado seorang diri, ternyata Manado itu indah juga ya, tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya gitu loh, jadi aku ambil positifnya aja.. hehehehhe
Sesampai di Ritzy Hotel Manado..., sehari, dua hari, tiga hari, seminggu, tak terasa karena mengikuti Diklat dengan penuh semangat (ya... itung2 sambil liat2 kampung orang... hihihihihihihihi)
Di diklat ini aku mendapatkan banyak teman baru dari berbagai daerah: Kaltim, Kalteng, Kalsel, Sulut, Kep. Sangihe, Maluku Utara, Ternate, Ambon, Halmahera, Timor Tengah Utara, banyak lagi dech yang belum sempat disebutkan..
Mereka tidak hanya berasal dari DEPKEU saja, tetapi juga dari POLRI, DEPTAN, BPS, KPU, DEPHUB, DEPSOS, BMG, DEPAG., apalagi ya,.... banyak desch...
Kota Manado terletak di pinggir Laut, yang dikelilingi oleh pegunungan dan bukit-bukit yang begitu indah. Wah, pokoknya diklay di Manado asyik banget gitu dech.., banyak pengalaman baru yang aku dapatkan di sana. Jadi nambah wawasan sedikit tentang kota manado dan penduduknya gitu...
Apalagi ditambah dengan teman-teman peserta diklat yang beraneka ragam tingkah polahnya: lucu, konyol, kocak, "gila"... asyik banget pokoknya...
Pengalaman yang tak terlupakan adalah ketika mengunjungi Bunaken, Bukit Kasih, Boulevard, dan makan Bubur Manado. Ruarrrrrrr Biasah...!
Rabu, 29 Oktober 2008
Hari Keuangan ke-62 Tahun 2008
Langit mendung telah menyelimuti kota Balikpapan sejak pagi ini. Rombongan peserta Diklat kesamaptaan pun telah sampai di halaman GKN. Para pegawai yang ditugaskan untuk menjadi Prtugas upacara Hari Keuangan ke-62 telah menempati posisi masing-masing, Tidak ketinggalan pula para peserta upacara yang terdiri dari pegawai Departemen Keuangan ikut meramaikan suasana persiapan upacara. Persiapan ini di akhiri dengan datangnya rombongan Drum Band" dari TNI untuk mengiringi jalanya upacara tersebut, sebagai tanda bahwa upacara siap dimulai.
"Upacara Pengibaran Bendera, Hari Keuangan ke-62 Dimulai". Tegas petugas protokol upacara. Rombongan Drum Band pun mulai mengiringi jalannya upacara.
Upacara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Petugas pembaca UUD 1945 dan Pembacaan Detik-Detik Beredarnya Oeang Republik Indonesia telah berjalan menuju tengah lapangan. Tiba-tiba rintik-rintik air mulai turun. Wooww... ini kali kedua turun hujan pada Upacara Hari Keuangan sejak Tahun 2004 di Balikpapan.
Petugas pembaca UUD 1945 tetap dengan lantang membaca teks UUD 1945, dilanjutkan dengan pembacaan Detik-detik beredarnya Oeang Repoeblik Indonesia. Hujan turun dengan derasnya. Tetapi hal itu bukan alasan untuk tidak khidmat melaksanakan upacara bendera. Hingga Upacara selesai, rintik air hujan masih terus membasahi para peserta upacara.
"Upacara Pengibaran Bendera, Hari Keuangan ke-62 Dimulai". Tegas petugas protokol upacara. Rombongan Drum Band pun mulai mengiringi jalannya upacara.
Upacara berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Petugas pembaca UUD 1945 dan Pembacaan Detik-Detik Beredarnya Oeang Republik Indonesia telah berjalan menuju tengah lapangan. Tiba-tiba rintik-rintik air mulai turun. Wooww... ini kali kedua turun hujan pada Upacara Hari Keuangan sejak Tahun 2004 di Balikpapan.
Petugas pembaca UUD 1945 tetap dengan lantang membaca teks UUD 1945, dilanjutkan dengan pembacaan Detik-detik beredarnya Oeang Repoeblik Indonesia. Hujan turun dengan derasnya. Tetapi hal itu bukan alasan untuk tidak khidmat melaksanakan upacara bendera. Hingga Upacara selesai, rintik air hujan masih terus membasahi para peserta upacara.
Senin, 27 Oktober 2008
Desaku, Kebanggaanku.
Mungkin teman-teman masih asing dengan daerah "Semoi I" bukan?
Ya, Semoi I adalah salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Walaupun daerah ini sekarang telah berganti nama menjadi "Argo Mulyo", tetapi penduduk setempat lebih akrab dengan sebutan "Semoi I".
Penduduk Semoi I sebagian besar adalah para transmigran yang berasal dari daerah Jawa Timur. Program transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut benar-benar telah membawa perubahan yang besar atas kualitas kehidupan mereka. Semoi I telah menjadi tempat pencaharian para transmigran sejak kedatangan mereka pada bulan Desember 1977.
Tiga puluh satu tahun telah berlalu, mereka menekuni menjadi seorang petani.
Alhasil, kehidupan penduduk setempat telah jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kehidupan di daerah asal mereka.
Tetapi hal yang sangat disayangkan adalah, sarana infrastruktur di daerah ini masih sangat minim. Jalan yang menjadi sarana untuk memasarkan hasil panen mereka masih belum diaspal hingga kini. Walaupun telah menetap selama 31 Tahun di Semoi I, entah mengapa kondisi jalan masih belum juga diperhatikan.
Ya, Semoi I adalah salah satu Desa yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.
Walaupun daerah ini sekarang telah berganti nama menjadi "Argo Mulyo", tetapi penduduk setempat lebih akrab dengan sebutan "Semoi I".
Penduduk Semoi I sebagian besar adalah para transmigran yang berasal dari daerah Jawa Timur. Program transmigrasi yang dilaksanakan oleh pemerintah tersebut benar-benar telah membawa perubahan yang besar atas kualitas kehidupan mereka. Semoi I telah menjadi tempat pencaharian para transmigran sejak kedatangan mereka pada bulan Desember 1977.
Tiga puluh satu tahun telah berlalu, mereka menekuni menjadi seorang petani.
Alhasil, kehidupan penduduk setempat telah jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kehidupan di daerah asal mereka.
Tetapi hal yang sangat disayangkan adalah, sarana infrastruktur di daerah ini masih sangat minim. Jalan yang menjadi sarana untuk memasarkan hasil panen mereka masih belum diaspal hingga kini. Walaupun telah menetap selama 31 Tahun di Semoi I, entah mengapa kondisi jalan masih belum juga diperhatikan.
Langgan:
Entri (Atom)